Sekilas Topik


Agamanya dan Agamaku



Di Indonesia terdapat aneka ragam  agama. Mulai dari agama Hindu,Budha,Islam,Kristen, Katholik dan Konghucu. Maka dari itu sangatlah penting toleransi antarumat Bergama ini. Toleransi beragama ini merupakan sikap saling menghargai antar umat beragama lain. Manusia merupakan makhluk individu sekaligus makhluk social yang artinya sebagai makhluk social manusia harus berinteraksi kepada sesame manusia lain untuk memenuhi kebutuhan. Dalam kehidupan social, setiap orang pastinya akan dihadapkan dengan suatu kelompok/perkumpulan yang dimana didalamnya memiliki perbedaan, salah satunya perbedaan kepercayaan
           Dikehidupanku aku dihadapkan dengan orang orang yang berbeda agama. Diantara perbedaan itu selain agama Islam terdapat agama Kristen/ Katholik yang lebih mendominasi di Indonesia. Kristen dan Katholik, memang jika dilihat sekilas agamanya sama, tapi ternyata tidak. Memang sebenarnya semua agama itu sama, karena pada dasarnya semua agama diciptakan untuk sebagai pedoman/ pegagangan hidup kita untuk menyembah sang pencipta.
             Perbedaan keyakinan tidak menyurutkan semangat  pemeluk agama yang berbeda ini untuk tetap saling menjaga kerukunan, menghormati dan mengembangkan sikap toleransi. Di hari Jum’at lalu tepatnya pada tanggal 13 Maret 2020 saya bersama teman-teman melakukan observasi secara langsung di Gereja Katholik Paroki “HATI KUDUS YESUS” yang berlokasi kan di Jl. MGR Sugiyopranoto No.2 , Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Gereja yang berada di sebelah Restorant Mc.Donald Sarinah ini didirikan pada Tahun 1905 oleh pemerintah Belanda. “Gereja ini adalah gereja Katholik tertua di Kota Malang, ornamen-ornamennya pun itu asli, hanya saja beberapa patung kecil dan bingkai-bingkai di gereja itu baru. Dulunya gereja ini merupakan gabungan dari GPIB Immanuel yang terletak disebelah Masjid Agung Jami’ Kota Malang, tetapi setelah itu Gereja kami ini memisah.” Ucap Pak Anton selaku pengurus Gereja.


Arsitektur Gereja Immanuel dan Gereja Kayutangan bergaya gotik, yang merupakan ciri khas gereja-gereja masa pertengahan abad 19, baik Gereja Protestan maupun Gereja Katolik. Arsitektur gotik merupakan seni abad pertengahan yang berakar pada seni Romawi dan dalam perkembangannya menjadi ciri khas katedral dan gereja-gereja Eropa pada masa itu.
Sisi terindah pada bangunan ini juga terlihat pada bagian jendela dengan kaca bergambar yang disebut stained glass. Letaknya di tembok kanan dan kiri gereja. Cahaya seolah leluasa menerobos masuk menyinari bagian dalam gereja. Di bawah jendela tersebut, terdapat pajangan lukisan yang berjejer secara rapi. Lukisan yang berjumlah 14 buah tersebut menceritakan kisah Isa Almasih, mulai dari masa penghakiman hingga wafat.  Deretan bangku kayu yang panjang  berwarna cokelat tua menjadi tempat duduk umat gereja untuk beribadah.  Pada bagian depan altar, terdapat patung Yesus di sisi sebelah kanan dan patung Bunda Maria sebelah kiri. Sementara di atas altar juga terdapat patung Yesus yang disalib dan dikelilingi dengan kalimat berbunyi ‘Allah itu kasih dan kasih itu kurban’. Rangkaian kalimat pujian itu ditata melengkung setengah lingkaran. 
                Kristen adalah istilah bagi kepercayaan/iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dalam kepercayaan Islam, Yesus bernama Nabi Isa AS.  Maka, orang yang beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan disebut orang Kristen atau Kristiani. Orang Kristen sering disebut juga orang Nasrani. Istilah Nasrani sendiri berasal dari kata Nazaret, daerah asal Yesus Kristus. Sedangkan, Katholik berarti umum atau universal.  Agama Katholik meyakini yesus kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi umat manusia yang menebus manusia dari dosa. Jika Kristus biicara tentang Allah biasanya Ia menyebutNya “BapaKu”. Untuk menjelaskan bahwa hubunganNya dengan Allah itu lain sekali dengan hubungan kita, maka Kristus bicara tentang “BapaKu” dan “Bapamu”. Hanya satu kali saja Kristus memakai perkataan “Bapa kami” yaitu ketika Ia mengajar orang-orang bagaimana mereka harus menyebut Allah waktu berdoa.
                Menurut Pak Anton selaku narasumber yaitu Agama Kristen Katholik dianggap sebagai agama yang teratur dan terstruktur. Mengapa demikian? Dikarenakan setiap tindak laku mengenai agama tersebut harus berdasarkan persetujuan dari “Paus” atau kepala gereja. Dalam sebuah gereja pastinya terdapat imam. Dalam Katholik ini sendiri, umat Katholik memberi sebutan kepada imam gereja itu dengan sebutan Pastur atau Romo yang artinya bapak dalam istilah jawa. Banyak warga agama lain yang salah kaprah terhadap tanggapan mereka bahwa umat Kristen menyembah patung, anggapan itu semua salah. Menurut Pak Anton Patung Yesus Kristus yang ada di setiap gereja itu hanyalah merupakan sebagai symbol.
            Pembedaan yang paling detail dengan Katolik pada umumnya terletak pada pengakuan salah satu kumpulan kitab terutama dalam Perjanjian Lama. Pada umumnya Kitab Suci agama Kristiani terdiri dua bagian besar yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Namun Protestan pada umumnya tidak mengakui kitab-kitab deuterokanonika dalam Perjanjian Lama tetapi diakui oleh Katolik pada umumnya. Selain itu, Prostestan layaknya seperti Anglikan dan Ortodox tetap tidak mengakui Paus sebagai pemimpin tertinggi, sedangkan Katolik tetap mengakui Paus sebagai pemimpin tertinggi di ajaran mereka. Menurut Pak Anton sebagai narasumber kami terdapat 54 Kitab perjanjian yang diakui oleh umat Katolik dan 42 kitab yang diakui umat Kristen protestan, karena 12 kitab sisanya tidak dipercayai.
          Dalam agama Katholik terdapat ibadat sakramen. Kata sakramen berasal dari bahasa Latin Sacramentum, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan yang kudus atau yang ilahi. Sakramen juga berarti tanda keselamatan Allah yang diberikan kepada Manusia. Sakramen ini sebagai tanda dan sarana keselamatan, maka menerima dan memahami sakramen hendaknya ditempatkan dalam kerangka iman dan didasarkan kepada iman. Sakramen tersebut dibagi menjadi :
1.    Sakramen Inisiasi Kristen
a.   Pembaptisan =menganugerahkan jasa-jasa wafat Kristus di salib ke dalam jiwa kita, serta membersihkan kita dari dosa.
b.  Penguatan =menjadikan kita dewasa secara rohani dan menjadikan kita saksi-saksi Kristus.
c.   Ekaristi =disebut juga Sakramen Maha Kudus atau Komuni Kudus.
2.    Sakramen Penyembuhan
a.   Tobat =disebut juga Pengakuan atau Rekonsiliasi. Sakramen Tobat mengampuni dosa-dosa yang dilakukan setelah Baptis.
b. Pengurapan Orang Sakit =Bantuan Tuhan melalui kekuatan Roh-Nya hendak membawa orang sakit menuju kesembuhan jiwa, tetapi juga menuju kesembuhan badan,
3.    Sakramen Pelayanan persekutuan dan perutusan
a. Penahbisan =Ada tiga jenjang Sakramen Tahbisan: diakon, imam, dan uskup. Hanya para imam dan uskup yang boleh menerimakan Sakramen Pengakuan serta mempersembahkan Kurban Misa.
b. Perkawinan =Sakramen ini, dengan kuasa Allah, mengikat seorang pria dan seorang wanita dalam suatu kehidupan bersama dengan tujuan kesatuan (kasih) dan kesuburan (lahirnya keturunan).
Itulah beberapa penjelasan yang saya dapat dari Narasumber. Banyaknya perbedaan dan keberagaman yang ada tidak menjadi penghalang WNI untuk tetap saling bersatu dan saling membantu.  Ketika kita memberikan ruang kepada orang lain bukan berarti mengorbankan sikap dan kepercayaan kita. Justru disilah letak kita bisa merasakan keindahan dari sebuah arti toleransi terutama toleransi antar umat beragama. Toleransi ini mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh dengan prinsip dan keyakinan sendiri tetapi kita tetap menghormati dan menghargai pendapat serta perbedaan yang ada tanpa menyinggung dan mengganggu yang lain. Karena kita tahu bahwa Negara kita memiliki agama,suku,budaya serta etnis yang berbeda beda. Tidak ada gunanya jika kita memperdebatkan suatu perbedaan.

Foto bersama Pak Anton didepan Gereja Katholik Paroki "Hati Kudus Yesus"

Foto bersama teman-teman di Alun-Alun Kota Malang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKILAS CERITA