Sekilas Topik
Di Indonesia
terdapat aneka ragam agama. Mulai dari
agama Hindu,Budha,Islam,Kristen, Katholik dan Konghucu. Maka dari itu sangatlah
penting toleransi antarumat Bergama ini. Toleransi beragama ini merupakan sikap
saling menghargai antar umat beragama lain. Manusia merupakan makhluk individu
sekaligus makhluk social yang artinya sebagai makhluk social manusia harus
berinteraksi kepada sesame manusia lain untuk memenuhi kebutuhan. Dalam
kehidupan social, setiap orang pastinya akan dihadapkan dengan suatu
kelompok/perkumpulan yang dimana didalamnya memiliki perbedaan, salah satunya
perbedaan kepercayaan
Dikehidupanku
aku dihadapkan dengan orang orang yang berbeda agama. Diantara perbedaan itu
selain agama Islam terdapat agama Kristen/ Katholik yang lebih mendominasi di
Indonesia. Kristen dan Katholik, memang jika dilihat sekilas agamanya sama,
tapi ternyata tidak. Memang sebenarnya semua agama itu sama, karena pada
dasarnya semua agama diciptakan untuk sebagai pedoman/ pegagangan hidup kita
untuk menyembah sang pencipta.
Arsitektur Gereja Immanuel dan Gereja Kayutangan
bergaya gotik, yang merupakan ciri khas gereja-gereja masa pertengahan abad 19,
baik Gereja Protestan maupun Gereja Katolik. Arsitektur gotik merupakan seni
abad pertengahan yang berakar pada seni Romawi dan dalam perkembangannya
menjadi ciri khas katedral dan gereja-gereja Eropa pada masa itu.
Sisi terindah pada bangunan ini juga
terlihat pada bagian jendela dengan kaca bergambar yang disebut stained glass.
Letaknya di tembok kanan dan kiri gereja. Cahaya seolah leluasa menerobos masuk
menyinari bagian dalam gereja. Di bawah jendela tersebut, terdapat pajangan
lukisan yang berjejer secara rapi. Lukisan yang berjumlah 14 buah tersebut
menceritakan kisah Isa Almasih, mulai dari masa penghakiman hingga wafat.
Deretan bangku kayu yang panjang berwarna cokelat tua menjadi tempat duduk umat
gereja untuk beribadah. Pada bagian
depan altar, terdapat patung Yesus di sisi sebelah kanan dan patung Bunda Maria
sebelah kiri. Sementara di atas altar juga terdapat patung Yesus yang disalib
dan dikelilingi dengan kalimat berbunyi ‘Allah
itu kasih dan kasih itu kurban’. Rangkaian kalimat pujian itu ditata
melengkung setengah lingkaran.
Kristen
adalah istilah bagi kepercayaan/iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dalam
kepercayaan Islam, Yesus bernama Nabi Isa AS. Maka, orang yang beriman kepada Yesus Kristus
sebagai Tuhan disebut orang Kristen atau Kristiani. Orang Kristen sering disebut
juga orang Nasrani. Istilah Nasrani sendiri berasal dari kata Nazaret, daerah
asal Yesus Kristus. Sedangkan, Katholik berarti umum atau universal. Agama Katholik meyakini yesus kristus adalah
Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi umat manusia yang menebus manusia dari dosa.
Jika Kristus biicara tentang Allah
biasanya Ia menyebutNya “BapaKu”. Untuk menjelaskan bahwa hubunganNya dengan
Allah itu lain sekali dengan hubungan kita, maka Kristus bicara tentang
“BapaKu” dan “Bapamu”. Hanya satu kali saja Kristus memakai perkataan “Bapa
kami” yaitu ketika Ia mengajar orang-orang bagaimana mereka harus menyebut
Allah waktu berdoa.
Menurut Pak Anton
selaku narasumber yaitu Agama Kristen Katholik dianggap sebagai agama yang
teratur dan terstruktur. Mengapa demikian? Dikarenakan setiap tindak laku
mengenai agama tersebut harus berdasarkan persetujuan dari “Paus” atau kepala
gereja. Dalam sebuah gereja pastinya terdapat imam. Dalam Katholik ini sendiri,
umat Katholik memberi sebutan kepada imam gereja itu dengan sebutan Pastur atau
Romo yang artinya bapak dalam istilah jawa. Banyak warga agama lain yang salah
kaprah terhadap tanggapan mereka bahwa umat Kristen menyembah patung, anggapan
itu semua salah. Menurut Pak Anton Patung Yesus Kristus yang ada di setiap
gereja itu hanyalah merupakan sebagai symbol.
Pembedaan
yang paling detail dengan Katolik pada umumnya terletak pada pengakuan salah satu
kumpulan kitab terutama dalam Perjanjian Lama. Pada umumnya Kitab Suci agama
Kristiani terdiri dua bagian besar yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Namun Protestan pada umumnya tidak mengakui kitab-kitab deuterokanonika dalam
Perjanjian Lama tetapi diakui oleh Katolik pada umumnya. Selain itu, Prostestan
layaknya seperti Anglikan dan Ortodox tetap tidak mengakui Paus sebagai
pemimpin tertinggi, sedangkan Katolik tetap mengakui Paus sebagai pemimpin
tertinggi di ajaran mereka. Menurut Pak Anton sebagai narasumber kami terdapat
54 Kitab perjanjian yang diakui oleh umat Katolik dan 42 kitab yang diakui umat
Kristen protestan, karena 12 kitab sisanya tidak dipercayai.
Dalam
agama Katholik terdapat ibadat sakramen. Kata sakramen berasal dari
bahasa Latin Sacramentum, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan yang kudus atau
yang ilahi. Sakramen juga berarti tanda keselamatan Allah yang diberikan kepada
Manusia. Sakramen ini sebagai tanda dan sarana keselamatan, maka
menerima dan memahami sakramen hendaknya ditempatkan dalam kerangka iman dan
didasarkan kepada iman. Sakramen tersebut dibagi menjadi :
1.
Sakramen
Inisiasi Kristen
a. Pembaptisan =menganugerahkan
jasa-jasa wafat Kristus di salib ke dalam jiwa kita, serta membersihkan kita
dari dosa.
b. Penguatan =menjadikan
kita dewasa secara rohani dan menjadikan kita saksi-saksi Kristus.
c. Ekaristi =disebut
juga Sakramen Maha Kudus atau Komuni Kudus.
2.
Sakramen Penyembuhan
a. Tobat =disebut juga
Pengakuan atau Rekonsiliasi. Sakramen Tobat mengampuni dosa-dosa yang
dilakukan setelah Baptis.
b. Pengurapan Orang
Sakit =Bantuan Tuhan melalui kekuatan Roh-Nya hendak membawa orang sakit menuju
kesembuhan jiwa, tetapi juga menuju kesembuhan badan,
3.
Sakramen Pelayanan
persekutuan dan perutusan
a. Penahbisan =Ada tiga jenjang Sakramen Tahbisan:
diakon, imam, dan uskup. Hanya para imam dan uskup yang boleh menerimakan
Sakramen Pengakuan serta mempersembahkan Kurban Misa.
b. Perkawinan =Sakramen
ini, dengan kuasa Allah, mengikat seorang pria dan seorang wanita dalam suatu
kehidupan bersama dengan tujuan kesatuan (kasih) dan kesuburan (lahirnya
keturunan).
Itulah beberapa penjelasan yang saya dapat dari Narasumber.
Banyaknya perbedaan dan keberagaman yang ada tidak menjadi penghalang WNI untuk
tetap saling bersatu dan saling membantu.
Ketika kita memberikan ruang kepada orang lain bukan berarti
mengorbankan sikap dan kepercayaan kita. Justru disilah letak kita bisa
merasakan keindahan dari sebuah arti toleransi terutama toleransi antar umat
beragama. Toleransi ini mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh dengan
prinsip dan keyakinan sendiri tetapi kita tetap menghormati dan menghargai
pendapat serta perbedaan yang ada tanpa menyinggung dan mengganggu yang lain.
Karena kita tahu bahwa Negara kita memiliki agama,suku,budaya serta etnis yang
berbeda beda. Tidak ada gunanya jika kita memperdebatkan suatu perbedaan.
Foto bersama Pak Anton didepan Gereja Katholik Paroki "Hati Kudus Yesus"
Foto bersama teman-teman di Alun-Alun Kota Malang



Komentar
Posting Komentar