TRADISI KESENIAN
Banyak sekali tradisi budaya yang
ada di Negara Indonesia, bahkan tak terhitung jumlahnya karena terlalu
banyaknya tradisi itu. Pentingkah tradisi itu? Menurut kalian apasih gunanya
ada tradisi? Ya, tradisi itu sangat penting, kenapa? Secara tidak langsung
kalian sadar tidak dengan adanya tradisi ini dapat menciptakan rasa
keharmonisan, kekeluargaan, toleransi dan juga solidaritas. Mengapa bisa begitu? Karena dalam pelestarian
tradisi kita tidak sendiri, kita bersama dan dalam kebersamaan itu tercipta
rasa kekeluargaan yang harmonis dan dapat menciptakan solidaritas tinggi.
Contohnya seperti tradisi kesenian Bantengan yang ada di Kotaku.
Di Kota Malang ,tradisi Kesenian
Bantengan ini sangatlah popular dan bahkan selalu ditampilkan setiap ada
acara-acara besar atapaun hari perayaan, seperti Hari Kemerdekaan RI, Hari
Lahirnya Kota Malang, dan juga terkadang saat bersih desa pun setiap desa akan
menampilkan kesenian bantengan ini, seakan akan kesenian ini adalah kesenian yang
wajib untuk dipersembahkan dan dipertontonkan
kepada warga Kota Malang. Dulunya kesenian ini tidak begitu hidup(pasif)
hingga pada akhirnya kesenian ini dipertontonkan saat acara 17 Agustusan di
setiap desa. Mengapa begitu? Karena agar keberadaan keseniaan ini diakui oleh
masyarakat Kota Malang dan juga agar masyarakat tahu bahwa bantengan ini sudah
ada sejak lama, tapi karena masih bersifat pasif membuatnya masih kurang
terkenal. Yang perlu kalian ketahui dulu Bantengan hanyalah sebuah Tradisi
tetapi sekarang Bantengan ini sudah dianggap menjadi Kesenian Khas Kota Malang
Tradisi bantengan ini merupakan sebuah tradisi dimana
didalamnya terdapata gabungan dari beberapa unsur, yaitu unsur tari, ilmu
dalam, alunan musik, syair dan mantra, dan juga ada pencak silatnya juga. Kesenian
bnateng ini dilakukan secara berkelompok dan yang menjadi khasnya kesenian ini
diiringi oleh alunan musik khas Bantengan berupa gendang, jidor, dan gong
kecil. Dalam permainannya, untuk setiap banteng didalamnya terdapat 2 orang
pemeran laki-laki yaitu dibagian depan sebagai kepala sekaligus membawa topeng
kepala banteng dan dibagian belakang sebagai ekor yang kemudian ditutup oleh
kain hitam.
Aksi menarik dari bantengan ini adalah saat si pemeran banteng ini
kesurupan atau yang biasa disebut "Kalapan" dan yang lebih menariknya lagi yang kalapan adalah si pemegang
kepala banteng saja. “Enak ya diposisi ekor, dia ga kesurupan, dia Cuma
ngikutin gerakan pemegang kepala aja” Jangan salah, justru diposisi ekor ini
sangatlah susah. Dia berusaha menyeimbangkan dirinya dengan kawannya yang
memegang kepala banteng tersebut saat kesurupan. Kalian tau sendiri kan kalau
orang kesurupan itu gerak geriknya diluar kendali, jadi saat pemegang kepala
banteng itu jatuh ke jalan otomatis si ekor pun juga akan ikuti gerakan jatuh
juga(entah reflek atau tidak) bahkan saat si kepala banteng berguling, si ekor
pun juga akan berguling., Tidak mudah kan berperan sebagai ekor?diperlukan
solidaritas dan kemauan tinggi yang pasti.
Biasanya dalam pertunjukan
bantengan ini terdapat 2 macanan yang diperankan oleh pria yang menggunakan
kostum persis layaknya macan dan muka yang dicoret dengan tinta hitam. Setau
saya fungsi macanan ini adalah untuk sebagai pawang banteng saat banteng
kesurupan. Tapi jangan salah, terkadang macanan juga kesurupan karena kondisi
yang keruh yaitu saat sang macanan tidak bisa mengendalikan banteng tersebut.
Jika kondisi semakin tidak terkendali akan ada pawang utama yang bagian membawa
cambuk(pecut) untuk mengendalikan
banteng dan macan ini. Tidak seperti monyetan, ia memiliki peran pengganggu si
banteng. Tapi terkadang macanan juga suka menggoda si banteng juga.
Dalam tradisi kesenian bantengan ini didalamnya banyak nilai karakter yang mencerminkan jiwa Pancasila yang dapat diambil yaitu
pertama nilai religi yang ditunjukkan dengan adanya ritual yang dilakukan oleh
sesepuhan untuk meminta keselamatan kepada leluhur agar pertujukan dapat
terkendali, yang kedua menjunjung tinggi rasa persatuan dan kekeluargaan yang
terbentuk karena dengan adanya budaya anjang sana anjang sini, kemudian yang
ketiga kerjasama dalam kelompok, antar pemain atau bahkan antar kelompok yang
lain, yang ke empat yaitu solidaritas tinggi saat pertunjukkan dimulai yang
menunjang keberhasilan pertunjukkan bantengan ini, dan yang kelima yaitu adanya
nilai keberanian, mengapa dikatakan nilai keberanian, karena dalam atraksi itu
dibutuhkan keberanian tinggi bukan rasa ragu-ragu karena atraksi yang dilakukan bukanlah atraksi
dalam hal yang wajar, tapi atraksi yang dilakukan bisa dikatakan berhubungan
dengan kesan bau “mistis”
Banyak
tradisi-tradisi lain yang sekiranya masih terjaga.. Tradisi itu merupakan
anugerah bangsa. Ia akan menjadi identitas dan ciri khas dari suatu bangsa.
Sepatutnya kita bangga, dan sepatutnya kita sebagai penerus bangsa bisa
melestarikan segala tradisi yang ada di Indonesia, terutama di daerah kita
sendiri. Segala warisan yang diberikan nenek moyang kepada kita, selayaknya
kita jaga, agar kelak anak cucu kita juga bisa mengetahui betapa banyaknya
tradisi, kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia ini. Dan jangan sampai budaya dan tradisimu di klaim oleh negara lain.



Komentar
Posting Komentar